Buat Dia Merasa Bersalah Telah Mencampakkan Anda


APAKAH Anda pernah mencoba untuk membuat seorang pria merasa bersalah karena putus dengan Anda atau sebaliknya? Apakah Anda pernah mengambil keuntungan dari kesalahan orang untuk mendapatkan sesuatu, atau Anda merasa bahwa bersalah merupakan unsur yang tidak sehat untuk hubungan apapun?

Ketika orang terkasih membuat kita merasa bersalah, sulit rasanya menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki keadaan. Idealnya, rasa bersalah adalah motivator yang sangat kuat untuk perbaikan hubungan ke depan.

Rasa bersalah mengilhami seseorang untuk menebus kesalahan, dan membantunya lebih baik dalam beberapa situasi. Misalnya, orang yang merasa bersalah kemungkinan kecil melakukan hal-hal menyakitkan seperti selingkuh.

Pernahkah Anda merasa bersalah setelah memutuskan atau diputus hubungan? Perasaan tersebut tidak akan membawa Anda kembali kepada keadaan semula. Nyatanya, perpisahan terasa sulit bagi siapapun.

Dilansir dari Marie Claire, kesalahan yang biasa dilakukan pria, misalnya:

Lupa

Pria selalu melupakan berbagai hal. Bukan berarti kita tidak peduli, hanya saja kita tidak dipersiapkan untuk mengingat banyak hal, tidap seperti wanita.

Menyakiti perasaan

Kebanyakan pria tidak menyadari cara mengatakan sesuatu atau apa yang kita katakan mungkin menyakiti perasaan Anda. Di sisi lain, wanita memiliki masa-masa di mana segala sesuatu tampaknya mudah membuat mereka sensitif (perubahan emosi saat haid).

Tidak sopan

Kekasih protes karena Anda bersikap nakal dan memalukannya di pesta, atau berbuat bodoh bersama teman-teman.

Sebagai pria lembut, Anda memanfaatkan waktu untuk berpikir. Anda merasa bersalah dan tidak tahu bagaimana harus bersikap dengan tepat. Nah, berikut “ancaman” yang biasa dilontarkan wanita hingga membuat pria tersudut telah menyakiti perasaannya:

Mengancam bunuh diri

Saat kata putus terucap, mereka yang tengah sangat jatuh cinta tak akan menerimanya dengan akal sehat. Bunuh diri salah satu pikiran dangkal yang mungkin ditempuh. Tapi, Anda tak boleh mewujudkan ancaman ini kepada si dia. Anda mungkin berpikir ini romantis bak cerita Romeo & Juliet. Jelas tidak!

Ancaman cukup hanya ancaman, hanya untuk melihat bagaimana reaksinya. Kalau ia masih cinta, ada perasaan bersalah dalam hatinya telah mencampakkan Anda. Siapa tahu saja ia kembali, dan kalau tidak, Anda sudah tahu alasannya memutuskan hubungan.

Mengembalikan janji "Aku cinta kamu" kepadanya

Sulit untuk tetap berpegang pada janji-janji yang seharusnya kekal. Kata-kata seperti "selalu" dan "selamanya" tidak mudah untuk ditindaklanjuti. Banyak orang terjebak pada momen jatuh cinta, atau tidak mengerti makna kalimat "Aku mencintaimu."

Pernyataan umum yang biasa dinyatakan saat putus, misalnya "Bagaimana mungkin kamu mengatakan mencintaiku, kemudian melakukan hal ini (selingkuh). Kau bilang kita akan selalu bersama." Bagi pria, saat Anda Mengembalikan janji, itu bagai melemparkan ludah yang pernah mereka buang, dan menimbulkan perasaan bersalah.

Menangis bermalam-malam

Anda mungkin telah memiliki perasaan cinta yang kuat, tetapi Anda harus melakukan yang terbaik untuk tidak menangis ketika kekasih memutuskan hubungan.

Memainkan perasaan

Tentu saja Anda adalah korban karena dicampakkan. Tapi peristiwa-peristiwa buruk lainnya dalam hidup Anda, seperti kehilangan pekerjaan, masalah keluarga, dan lain-lain tidak ada bedanya dengan kehilangan orang terkasih.

Anda tak boleh melupakan kebutuhan dan kesenangan diri. Mengatakan padanya, "Bagaimana kamu mencampakkan aku di saat seperti ini (kehilangan)," membuat pria secara tidak langsung bertanggung jawab atas masalah-masalah Anda lainnya.

0 ^ KoMenTaR ^:

Posting Komentar

Silahkan komentar teman" jika ada kritik maupun saran, terima kasih ya :)

Chat Me ^__^




My ProFiL

Foto saya
Owner Tk. Yhoophii Palembang dan seorang mahasiswi di STIE MDP jurusan Akuntansi ^^

FoLLoW mE^^

SPonSoRed bY:

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez

"