10 Alasan Wanita Lupakan Kisah Lama sang Kekasih


        SEPENGGAL kisah lalu sering menorehkan cerita menarik yang tak mudah dilupakan seorang pria. Sayangnya, tak semua wanita bisa menerima cerita indah si dia saat menjalin asmara dengan mantan kekasih.
Nah, Anda yang ingin mengetahui beberapa ciri pasangan menceritakan masa lalunya, maka ikuti beberapa pemaparan dari Askmen berikut:

“Mantan begitu liar dan gila…jika kamu tahu maksudku!”


Pria yang mengatakan hal ini menunjukkan dirinya adalah seorang pecundang. Kunci utama sebuah hubungan ialah jangan pernah mengatakan kepada pasangan tentang petualang liar yang pernah dilakukan bersama mantan.
Sebab, tak hanya membuat kaum hawa membayangkan dengan perasaan takut saat Anda telanjang bersama wanita lain. Namun, mereka juga berpikir Anda adalah pria yang tidak sopan.

“Dia dulu seorang model” 


Apa yang wanita pikirkan tentang mantan Anda jika dia memiliki daya pikat menarik adalah mengapa dia harus berpisah darinya? Jika Anda mengakui si mantan sangat cantik, tentu membuat kaum hawa merasa tidak aman dengan hubungan yang tengah dibina.
Maka langkah terbaik untuk melaluinya ialah tidak menghiraukan hal tersebut dan berkata, “Dia memang cantik”. Dengan begitu, pasangan menerima kondisi yang sebenarnya.

“Mantan memiliki kepribadian menarik di sekolahnya. Bahkan, kami terpilih sebagai pasangan terbaik”

Saat seorang pria mengatakannya kepada pasangan baru, maka secara tidak langsung dia bermaksud membandingkan Anda dengan si mantan.

“Si dia bekerja di toko lingerie”

Saat Anda menceritakan bahwa si mantan bekerja di toko lingerie, tentu yang tertangkap di pikiran adalah hal tersebut merupakan tempat terseksi yang menakutkan.
Pasalnya, setiap wanita ingin selalu menjadi sosok terseksi bagi pasangannya dan tak pernah ingin membayangkan Anda melihat wanita lain dalam balutan pakaian dalam seksi keluaran Victoria’s Secret.

“Si mantan menguasai empat bahasa"

Saat Anda mengatakan hal ini, maka memberi kesan bahwa Anda tengah membandingkan mantan dengan kekasih. Dengan perkataan ini, Anda ingin mengungkapkan perasaan hancur saat ditinggalkan mantan kekasih.
Begitu mengiris hati, sebab Anda menganggap kekasih hanya sebagai ban serep yang menggantikan mantan.

“Orangtuaku menyukainya”

Saat Anda mengatakan hal itu pada kekasih, tentu menjadi hal paling menyebalkan baginya. Sebab, satu hal yang selalu diimpikan kaum hawa saat menjalin hubungan dengan kekasihnya ialah diterima dengan baik oleh keluarga, terutama kedua orangtuanya.

“Kecantikannya menyakiti hatiku”


Saat Anda mengatakan hal itu, berarti secara tidak langsung Anda ingin mengutarakan bahwa kehadiran kekasih dalam hidup Anda hanyalah sebuah pelampiasan atas kekecewaan Anda ditinggal si mantan.

“Dia penari stripper”

Mengetahui hal ini tentu membuat wanita takut. Sebab, saat Anda menceritakan mantannya memiliki pekerjaan yang mempertontonkan tubuh di depan pria, tentu membuat Anda berpikir negatif.

“Kami telah berlibur bersama”


Puncak terberat bagi seorang wanita ialah saat Anda mengatakan kepadanya bahwa Anda berdua telah melalui kisah kasih yang indah. Saat Anda bercerita mengenai liburan bersama mantan ke New Zealand, naik gunung dengan Inca Trail di Peru, atau hanya memesan pina coladas dingin di pantai Florida selama tiga hari.
Kaum hawa akan berpikir bahwa pengalaman seru yang Anda lakukan bersama mantan terasa menggairahkan, dan menunjukkan bahwa Anda tak pernah melakukannya bersama wanita lain, kecuali si mantan.

“Mantanku pintar masak”


Mengatakan kepada kekasih bahwa si mantan pintar memasak tentu membuatnya sakit hati. Karena wanita yang pintar memasak sering kali menjadi impian pria dalam mencari pendamping hidup.

0 ^ KoMenTaR ^:

Posting Komentar

Silahkan komentar teman" jika ada kritik maupun saran, terima kasih ya :)

Chat Me ^__^




My ProFiL

Foto saya
Owner Tk. Yhoophii Palembang dan seorang mahasiswi di STIE MDP jurusan Akuntansi ^^

FoLLoW mE^^

SPonSoRed bY:

 

Copyright © 2008 Green Scrapbook Diary Designed by SimplyWP | Made free by Scrapbooking Software | Bloggerized by Ipiet Notez

"